BANYUWANGI, Kupasinfo.com - Dalam usaha perikanan budidaya, peningkatan produksi kerap menjadi ukuran keberhasilan. Namun, di balik banyaknya ikan yang berhasil dipanen, terdapat persoalan yang tidak kalah penting: apakah hasil tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan bagi pembudidaya. Kamis (29/10/2026).
Pertanyaan itu menjadi relevan karena usaha budidaya melibatkan sejumlah komponen biaya, mulai dari benih, pakan, tenaga kerja, listrik atau bahan bakar, pemeliharaan kolam, hingga penanganan hasil panen. Jika seluruh komponen tersebut tidak dihitung secara cermat, pembudidaya berisiko keliru menilai keberhasilan usahanya.
Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudra, S.P., M.Si., melalui Kabid Perikanan Budidaya Yuly Susan Tony, S.Pi., kepada wartawan menjelaskan bahwa pengembangan perikanan budidaya perlu disertai peningkatan kemampuan teknis dan manajemen usaha. Pembudidaya tidak cukup hanya memahami cara memelihara ikan, tetapi juga perlu mengetahui struktur biaya dan nilai ekonomi hasil produksinya.
Baca Juga :Salah satu persoalan yang perlu diantisipasi adalah pencampuran uang usaha dengan kebutuhan rumah tangga. Praktik tersebut dapat menyulitkan pembudidaya mengetahui apakah kegiatan budidaya menghasilkan keuntungan, sekadar mengembalikan modal, atau justru mengalami kerugian.
Catatan sederhana dapat menjadi langkah awal. Pembudidaya perlu mencatat modal awal, pembelian benih, penggunaan pakan, tingkat kematian ikan, jumlah panen, harga jual, dan biaya tambahan. Dari catatan tersebut, evaluasi usaha dapat dilakukan secara lebih terukur.
Pengalaman dalam kegiatan ekonomi produktif menunjukkan bahwa keuntungan tidak hanya ditentukan oleh harga jual. Efisiensi pakan, tingkat kelangsungan hidup ikan, kecepatan pertumbuhan, serta kemampuan mengendalikan biaya turut menentukan hasil akhir.
Karena itu, keberhasilan pembinaan perikanan budidaya seharusnya tidak semata-mata dilihat dari jumlah kelompok yang terbentuk atau banyaknya kegiatan pelatihan. Dampak terhadap produktivitas dan pendapatan pembudidaya juga perlu dievaluasi.
Ke depan, pemerintah daerah dapat mendorong pelatihan pembukuan sederhana dan analisis kelayakan usaha bagi kelompok pembudidaya. Pendampingan berbasis data akan membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih tepat.
Sektor budidaya akan semakin kuat apabila pembudidaya tidak hanya menghasilkan ikan, tetapi juga mampu memastikan bahwa setiap siklus produksi memberikan nilai ekonomi yang layak dan berkelanjutan.