BANYUWANGI, Kupasinfo.com - Dalam usaha perikanan budidaya, kualitas benih dan efisiensi penggunaan pakan merupakan dua faktor penting yang memengaruhi keberhasilan produksi. Keduanya berkaitan langsung dengan pertumbuhan ikan, lama pemeliharaan, tingkat kelangsungan hidup, serta besarnya biaya yang harus ditanggung pembudidaya. Rabu (28/10/2026).
Benih yang sehat dan sesuai dengan kebutuhan komoditas dapat membantu proses pemeliharaan berjalan lebih baik. Sebaliknya, pemilihan benih tanpa memperhatikan kualitas berpotensi menimbulkan masalah pertumbuhan dan meningkatkan risiko kerugian.
Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudra, S.P., M.Si. melalui Kabid Perikanan Budidaya Yuly Susan Tony, S.Pi. kepada wartawan menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas pembudidaya perlu mencakup pemahaman teknis tentang pemilihan benih, pemberian pakan, pengelolaan kualitas air, dan pemantauan kesehatan ikan.
Baca Juga :Dalam praktiknya, pakan menjadi salah satu komponen biaya yang perlu mendapat perhatian. Pemberian pakan yang tidak sesuai kebutuhan dapat menyebabkan pemborosan, sedangkan pemberian yang terlalu sedikit dapat menghambat pertumbuhan ikan. Oleh sebab itu, pengelolaan pakan perlu disesuaikan dengan jenis ikan, ukuran tubuh, kondisi lingkungan, dan tahap pemeliharaan.
Pengalaman dalam kegiatan budidaya memperlihatkan pentingnya pencatatan harian. Catatan jumlah pakan, pertumbuhan ikan, kematian, pergantian air, dan perkembangan biaya akan membantu pembudidaya mengevaluasi hasil usahanya secara lebih objektif.
Pendekatan berbasis pencatatan juga dapat membantu mengidentifikasi penyebab ketika hasil panen tidak sesuai dengan perkiraan. Pembudidaya tidak hanya mengandalkan kebiasaan, tetapi mempunyai data untuk memperbaiki teknik pemeliharaan pada siklus berikutnya.
Pemerintah daerah dapat mendukung upaya tersebut melalui penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok. Materi pendampingan sebaiknya tidak berhenti pada teori, melainkan juga memberikan contoh perhitungan biaya dan evaluasi hasil produksi.
Ke depan, peningkatan produktivitas perlu ditempuh melalui kombinasi teknologi tepat guna, benih berkualitas, penggunaan pakan yang efisien, dan pengelolaan lingkungan budidaya.
Dengan dasar teknis yang kuat, pembudidaya di Banyuwangi diharapkan mampu membangun usaha yang lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan.