BANYUWANGI, Kupasinfo.com - Keberhasilan usaha perikanan budidaya tidak cukup dinilai dari kemampuan pembudidaya menghasilkan ikan. Produk yang dipanen juga harus memiliki pasar yang jelas, kualitas yang terjaga, dan nilai jual yang mampu memberikan keuntungan bagi pelaku usaha. Selasa (27/10/2026).
Persoalan pemasaran merupakan bagian penting dalam pengembangan perikanan budidaya. Tanpa perencanaan yang baik, pembudidaya berpotensi menghadapi kesulitan ketika panen berlangsung bersamaan, sementara permintaan pasar tidak selalu berada pada tingkat yang sama.
Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudra, S.P., M.Si. melalui Kabid Perikanan Budidaya Yuly Susan Tony, S.Pi. kepada wartawan menjelaskan bahwa pengembangan usaha budidaya perlu dilihat sebagai satu kesatuan, mulai dari proses pemeliharaan sampai hasil produksi diterima konsumen.
Baca Juga :Dalam pendekatan tersebut, pembudidaya perlu mengetahui jenis ikan yang memiliki permintaan pasar, ukuran panen yang diminati konsumen, serta jalur distribusi yang paling efisien. Informasi tersebut dapat membantu mereka menentukan jenis komoditas, jumlah tebar, dan waktu panen secara lebih terencana.
Pengalaman masa lalu dalam usaha perikanan memberikan pelajaran bahwa produksi dan pemasaran tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri. Ketika keputusan produksi tidak mempertimbangkan kebutuhan pasar, pembudidaya berisiko menghadapi tekanan harga pada saat panen.
Karena itu, kelompok pembudidaya dapat didorong untuk membangun komunikasi dengan pedagang, rumah makan, pasar tradisional, pengepul, maupun unit usaha pengolahan ikan. Hubungan pemasaran yang lebih terorganisasi berpotensi memperluas pilihan penjualan dan mengurangi ketergantungan pada satu pembeli.
Pemerintah daerah juga dapat berperan melalui fasilitasi informasi pasar, pendampingan kelembagaan, serta penguatan kemampuan administrasi dan pencatatan usaha. Dengan demikian, kelompok pembudidaya tidak hanya berfungsi sebagai wadah pertemuan, tetapi juga dapat berkembang menjadi sarana kerja sama ekonomi.
Ke depan, penguatan rantai pemasaran diharapkan mampu memberikan kepastian usaha yang lebih baik. Pembudidaya yang memahami biaya produksi dan kebutuhan konsumen akan memiliki dasar lebih kuat ketika mengambil keputusan bisnis.
Bagi Banyuwangi, keberhasilan sektor budidaya tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak ikan yang dihasilkan, tetapi juga oleh seberapa besar nilai ekonomi yang kembali kepada masyarakat pembudidaya.