Budidaya Ikan Berbasis Desa Berpotensi Buka Lapangan Kerja dan Usaha Baru di Banyuwangi

$rows[judul]

BANYUWANGI, Kupasinfo.com - Pengembangan perikanan budidaya tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi ikan, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa. Melalui pengelolaan yang terencana, sektor ini dapat membuka lapangan pekerjaan sekaligus mendorong tumbuhnya berbagai usaha pendukung di sekitar sentra produksi, Minggu (1/11/2026).

Peluang ekonomi tersebut terbentuk melalui rantai usaha yang saling berkaitan. Selain pembudidaya sebagai pelaku utama, kegiatan ini membutuhkan tenaga kerja pemeliharaan, pemasok benih, penyedia pakan, jasa transportasi, pedagang hasil panen, hingga pelaku usaha pengolahan dan pemasaran ikan.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut membuka ruang bagi masyarakat untuk mengambil peran sesuai keterampilan dan kemampuan ekonomi masing-masing. Dengan demikian, manfaat perikanan budidaya tidak hanya dirasakan oleh pemilik kolam, tetapi juga berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitarnya.

Baca Juga :

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, S.P., M.Si., melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Yuly Susan Tony, S.Pi., menjelaskan kepada wartawan bahwa pengembangan perikanan budidaya perlu memperhatikan potensi wilayah dan kapasitas masyarakat. Melalui pendampingan yang tepat, kegiatan budidaya dapat dikembangkan menjadi usaha produktif yang memberikan manfaat ekonomi lebih luas.

Meski demikian, pengembangan usaha budidaya di tingkat desa perlu diawali dengan perencanaan dan kajian kelayakan. Ketersediaan sumber air, kesesuaian lahan, kondisi lingkungan, akses terhadap sarana produksi, kemampuan sumber daya manusia, serta peluang pemasaran harus menjadi pertimbangan sebelum usaha dijalankan.

Pendekatan bertahap juga penting agar masyarakat dapat mengembangkan usaha sesuai kemampuan yang dimiliki. Produksi dapat dimulai dari skala yang realistis, kemudian ditingkatkan setelah pembudidaya memahami teknik pemeliharaan, kebutuhan biaya, potensi keuntungan, serta risiko yang mungkin dihadapi.

Dalam proses tersebut, pemerintah desa, kelompok pembudidaya, dan pemerintah daerah memiliki ruang untuk membangun koordinasi dalam mengidentifikasi potensi ekonomi setempat. Jika badan usaha milik desa atau unit usaha desa turut dilibatkan, pengelolaannya perlu didukung analisis pasar, pembagian tanggung jawab, tata kelola keuangan, serta sistem administrasi yang transparan.

Pengembangan perikanan budidaya juga dapat diperluas melalui kegiatan ekonomi turunan. Hasil panen tidak hanya dipasarkan dalam bentuk ikan segar, tetapi berpeluang dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah. Rantai pemasaran dan pengolahan tersebut dapat membuka kesempatan usaha baru bagi masyarakat.

Namun, pemerataan manfaat tetap menjadi perhatian. Peningkatan keterampilan, akses informasi, dan pendampingan usaha diperlukan agar peluang ekonomi tidak hanya dinikmati oleh pemilik modal, tetapi juga dapat melibatkan tenaga kerja dan pelaku usaha kecil di tingkat desa.

Bagi Kabupaten Banyuwangi, pengembangan perikanan budidaya berbasis desa berpotensi menjadi salah satu alternatif penguatan ekonomi lokal. Keberhasilannya tidak hanya diukur dari peningkatan jumlah produksi ikan, tetapi juga dari tumbuhnya usaha yang sehat, terciptanya lapangan pekerjaan, serta meningkatnya nilai tambah ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.