BANYUWANGI, Kupasinfo.com - Kualitas air dan pengendalian penyakit menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan usaha perikanan budidaya. Pengelolaan lingkungan kolam yang kurang optimal dapat memicu gangguan kesehatan ikan, menekan pertumbuhan, hingga menimbulkan kerugian bagi pembudidaya, Jumat (30/10/2026).
Risiko tersebut perlu diantisipasi sejak awal melalui penerapan teknik pemeliharaan yang tepat. Selain kualitas air, kepadatan tebar, kebersihan kolam, dan pengelolaan pakan turut memengaruhi kondisi kesehatan ikan selama masa pemeliharaan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, S.P., M.Si., melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Yuly Susan Tony, S.Pi., menjelaskan kepada wartawan bahwa pengembangan usaha budidaya perlu diimbangi dengan penerapan teknik pemeliharaan yang baik, terutama dalam menjaga kualitas air dan mencegah penyebaran penyakit.
Baca Juga :Dalam praktiknya, perubahan kondisi lingkungan perairan dapat menyebabkan ikan mengalami stres dan meningkatkan kerentanan terhadap gangguan kesehatan. Gejala yang muncul antara lain penurunan nafsu makan, perubahan perilaku, pertumbuhan yang melambat, hingga kematian ikan.
Apabila tidak terdeteksi sejak dini, gangguan tersebut dapat berdampak pada tingkat kelangsungan hidup ikan dan hasil panen. Karena itu, pemantauan kondisi kolam secara berkala menjadi bagian penting dari manajemen usaha budidaya.
Pembudidaya perlu memperhatikan kondisi air, membersihkan sisa pakan dan kotoran secara tepat, serta menyesuaikan kepadatan ikan dengan kapasitas lingkungan pemeliharaan. Langkah pencegahan tersebut dapat membantu menjaga kondisi perairan tetap mendukung pertumbuhan ikan.
Penanganan gangguan kesehatan juga perlu dilakukan secara tepat. Penggunaan obat-obatan atau bahan tertentu tanpa mengetahui penyebab penyakit berpotensi tidak efektif dan dapat menimbulkan risiko tambahan. Jika ditemukan kematian ikan yang tidak wajar atau gejala penyakit yang menyebar, pembudidaya disarankan berkonsultasi dengan petugas teknis untuk memperoleh pemeriksaan dan rekomendasi penanganan sesuai kondisi di lapangan.
Selain kesehatan ikan, pengelolaan air buangan dari kegiatan budidaya juga perlu mendapat perhatian. Limbah organik dan sisa kegiatan pemeliharaan yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menurunkan kualitas lingkungan perairan serta mengganggu aktivitas masyarakat di sekitarnya.
Oleh sebab itu, penerapan praktik budidaya yang baik tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Pemerintah daerah dapat mendukung upaya tersebut melalui penyuluhan dan pendampingan teknis mengenai pencegahan penyakit, biosekuriti, pemantauan kualitas air, serta penanganan kondisi darurat. Materi pendampingan perlu disesuaikan dengan jenis ikan, sistem pemeliharaan, dan skala usaha yang dijalankan pembudidaya.
Kemampuan mendeteksi gangguan sejak dini menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan usaha perikanan budidaya di Kabupaten Banyuwangi. Dengan pengelolaan kesehatan ikan dan kualitas air yang konsisten, risiko kerugian dapat diantisipasi dan produktivitas usaha lebih terjaga.
Pada akhirnya, keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan oleh jumlah ikan yang ditebar atau besarnya hasil panen. Kesehatan ikan, kualitas lingkungan, dan ketepatan pengelolaan menjadi fondasi penting untuk membangun usaha yang produktif sekaligus berkelanjutan.