BANYUWANGI, Kupasinfo.com - Penyaluran bantuan sarana produksi menjadi salah satu upaya mendukung pengembangan sektor perikanan budidaya. Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah bantuan yang diserahkan, melainkan dari sejauh mana sarana tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha pembudidaya, Sabtu (31/10/2026).
Dalam kegiatan budidaya ikan, kebutuhan sarana produksi berbeda-beda sesuai karakteristik usaha. Kolam, pompa air, peralatan aerasi, benih, hingga perlengkapan pendukung memiliki fungsi dan kebutuhan teknis masing-masing. Karena itu, ketepatan jenis bantuan menjadi faktor penting agar sarana yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi penerima.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, S.P., M.Si., melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Yuly Susan Tony, S.Pi., menjelaskan kepada wartawan bahwa pengembangan usaha budidaya perlu memperhatikan kebutuhan pembudidaya serta keberlanjutan pemanfaatan sarana produksi yang tersedia.
Baca Juga :Penentuan penerima bantuan perlu mempertimbangkan kebutuhan riil, kesiapan menjalankan usaha, serta kesesuaian dengan persyaratan program. Dengan demikian, bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat sesuai tujuan dan tidak berhenti pada kegiatan serah terima.
Selain ketepatan sasaran, pendampingan setelah penyaluran juga menjadi bagian penting. Penerima bantuan perlu memahami cara penggunaan, perawatan, serta pengelolaan sarana agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan produksi.
Pasalnya, ketersediaan peralatan belum tentu menjamin keberhasilan usaha. Pengoperasian sarana tetap membutuhkan keterampilan, biaya operasional, bahan pendukung, serta perencanaan pemanfaatan yang sesuai dengan kemampuan pembudidaya.
Pengawasan diperlukan untuk memastikan bantuan digunakan sebagaimana mestinya. Evaluasi dapat dilakukan melalui pemeriksaan kondisi sarana, tingkat pemanfaatan, kendala operasional, serta perkembangan usaha setelah bantuan diterima.
Pengawasan tersebut hendaknya dilakukan secara objektif dan sesuai kewenangan. Selain memastikan akuntabilitas program, hasil pemantauan juga dapat menjadi bahan perbaikan terhadap berbagai kendala yang dihadapi penerima manfaat.
Pemerintah daerah juga perlu membuka ruang komunikasi dengan kelompok pembudidaya. Masukan mengenai kualitas sarana, kesulitan penggunaan, kebutuhan perawatan, hingga pelatihan lanjutan dapat menjadi dasar penyempurnaan program bantuan pada periode berikutnya.
Keberhasilan program bantuan perikanan budidaya pada akhirnya perlu dilihat dari keberlanjutan penggunaan sarana, peningkatan kapasitas produksi, serta kemampuan pembudidaya mengembangkan usahanya secara mandiri.
Dengan perencanaan yang tepat, pengawasan berkala, dan pendampingan berkelanjutan, bantuan sarana produksi di Kabupaten Banyuwangi diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang. Bukan sekadar menjadi bagian dari kegiatan penyaluran, tetapi benar-benar menjadi penopang produktivitas dan peningkatan kesejahteraan pembudidaya.