BANYUWANGI, Kupasinfo.com - Modernisasi perikanan budidaya tidak semata-mata ditentukan oleh luas kolam maupun jumlah benih yang ditebar. Pemanfaatan teknologi tepat guna, pengelolaan data produksi, serta efisiensi biaya menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing pembudidaya di tengah perkembangan kebutuhan pasar, Minggu (1/11/2026).
Bagi Kabupaten Banyuwangi, penerapan teknologi dalam sektor perikanan budidaya membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat kapasitas pelaku usaha. Namun, modernisasi perlu dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan, kemampuan permodalan, keterampilan tenaga kerja, serta manfaat ekonomi yang dapat dihasilkan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, S.P., M.Si., melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Yuly Susan Tony, S.Pi., menjelaskan bahwa pengembangan perikanan budidaya perlu mengikuti perkembangan teknologi dan disesuaikan dengan kebutuhan pembudidaya. Dalam hal ini, pendampingan teknis diperlukan agar penerapan teknologi benar-benar sesuai dengan kondisi dan skala usaha.
Baca Juga :Salah satu langkah awal modernisasi yang dapat dilakukan adalah menerapkan pencatatan produksi secara digital. Data mengenai jumlah benih, penggunaan pakan, pertumbuhan ikan, tingkat kematian, hingga hasil panen dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi kinerja usaha secara lebih terukur.
Selain pengelolaan data, penggunaan alat pengukur kualitas air, sistem aerasi hemat energi, serta pengaturan pemberian pakan juga dapat membantu mengoptimalkan proses pemeliharaan. Teknologi tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi, tetapi penerapannya tetap harus memperhitungkan biaya investasi dan operasional agar tidak menjadi beban baru bagi pembudidaya.
Modernisasi tidak harus selalu dimulai dengan investasi besar. Pembenahan pola pemeliharaan, penggunaan sarana produksi secara tepat, serta peningkatan keterampilan sumber daya manusia dapat menjadi fondasi sebelum pembudidaya mengadopsi teknologi yang lebih kompleks.
Di sisi lain, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, penyuluh, dan pelaku usaha dapat menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan inovasi budidaya. Salah satunya melalui kegiatan percontohan atau demonstrasi teknologi yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan pembudidaya. Penerapannya perlu dievaluasi terlebih dahulu sebelum dikembangkan ke kelompok yang lebih luas.
Aspek keberlanjutan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam modernisasi budidaya. Efisiensi penggunaan air, pengelolaan limbah, pemeliharaan kualitas lingkungan kolam, serta pencegahan penyakit perlu berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas.
Dengan penerapan teknologi secara bertahap dan tepat sasaran, perikanan budidaya Banyuwangi berpeluang berkembang menjadi sektor usaha yang lebih efisien dan kompetitif. Modernisasi pada akhirnya bukan sekadar menghadirkan peralatan baru, melainkan membangun sistem usaha yang mampu meningkatkan keuntungan pembudidaya, menjaga kualitas hasil produksi, serta memperkuat ketahanan usaha dalam menghadapi perubahan ekonomi.