BANYUWANGI, Kupasinfo.com - Komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia (lansia) kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Melalui pengembangan program pemberdayaan yang menjangkau berbagai wilayah, Banyuwangi berhasil meraih penghargaan Lansia Berdaya (Sidaya) Awards 2026 dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga).
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Banyuwangi dalam mengembangkan program yang mendorong lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Dalam penilaian Sidaya Awards 2026, Banyuwangi ditetapkan sebagai kabupaten terbaik untuk klaster II wilayah Jawa-Bali.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, kepada Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, dalam forum Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Collaboration Summit di Jakarta, Kamis malam (5/11/2026).
Baca Juga :Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian ini menjadi pengakuan sekaligus dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperluas program pemberdayaan lansia.
“Alhamdulillah, upaya Banyuwangi dalam meningkatkan kualitas hidup lansia mendapat apresiasi dari pusat. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat dan memperluas program pemberdayaan lansia,” kata Mujiono.
Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian dalam penilaian tersebut adalah Sekolah Lansia Tangguh (Selantang). Banyuwangi tercatat telah mengembangkan 153 sekolah lansia yang tersebar di seluruh kecamatan, dengan jumlah peserta mencapai 4.590 orang.
Capaian tersebut menempatkan Banyuwangi sebagai daerah dengan nilai tertinggi dalam pelaksanaan program Sekolah Lansia Tangguh.
“Hampir seluruh desa dan kelurahan di Banyuwangi telah memiliki Sekolah Lansia. Ini menjadi ruang bagi para lansia untuk terus belajar, bersosialisasi, menjaga kesehatan, dan mengembangkan potensi diri. Kami ingin mereka tetap aktif, produktif, dan bahagia di usia lanjut,” ujarnya.
Melalui program Selantang, para peserta memperoleh berbagai materi pembelajaran, mulai dari kesehatan fisik dan mental, kehidupan sosial, spiritualitas, hingga pengetahuan untuk menunjang kualitas hidup. Program ini tidak hanya berorientasi pada pemeliharaan kesehatan, tetapi juga memberikan ruang bagi lansia untuk tetap berinteraksi, mengembangkan diri, dan berperan di lingkungan masyarakat.
Selain pendidikan melalui sekolah lansia, Pemkab Banyuwangi juga memperkuat pemberdayaan ekonomi dengan menghadirkan pelatihan keterampilan dan kewirausahaan. Program tersebut membuka kesempatan bagi para lansia untuk tetap berkarya dan memperoleh penghasilan sesuai kemampuan masing-masing.
Pelaksanaannya dilakukan melalui kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar. Kegiatan pelatihan dijadwalkan di balai desa maupun kelurahan, dengan materi keterampilan yang disesuaikan berdasarkan potensi serta kebutuhan peserta.
Di sisi lain, pemantauan kesehatan lansia juga menjadi bagian penting dari program tersebut. Pemerintah daerah secara berkala melakukan pemeriksaan kesehatan, dengan hasil pemeriksaan dilaporkan melalui aplikasi SIDAYA. Sistem ini dimanfaatkan untuk mendukung pendataan dan pemantauan kondisi lansia secara lebih terintegrasi.
Mujiono menegaskan, berbagai program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kelompok lanjut usia tetap mendapatkan perhatian, pendampingan, serta kesempatan untuk menjalani kehidupan yang berkualitas.
“Kami ingin para lansia tidak sekadar memiliki usia harapan hidup yang panjang, tetapi juga menikmati masa tua dengan sehat, mandiri, tetap produktif dengan menyesuaikan usianya, dan tetap memiliki peran di tengah keluarga maupun masyarakat,” pungkasnya.