BANYUWANGI, Kupasinfo.com - Semangat gotong royong lintas agama dan lintas instansi mewarnai aksi bersih-bersih Sungai Kalimati di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Kamis (5/11/2026). Sekitar 300 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi sungai yang mengering dan dipenuhi tumpukan sampah.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyuwangi, Forpimka Muncar, TNI-Polri, tokoh lintas agama, relawan Sungai Watch, hingga organisasi keagamaan dan masyarakat.
Aksi diawali dengan apel bersama di halaman Kantor Kecamatan Muncar yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi. Selanjutnya, ratusan peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan pembersihan di sembilan titik yang tersebar di wilayah Dusun Krajan, Stoplas, Kalimati, Sampangan, hingga Muncar.
Baca Juga :Kegiatan bakti sosial tersebut merupakan tindak lanjut atas kondisi Sungai Kalimati yang sebelumnya menjadi perhatian pemerintah daerah. Pada 22 Oktober 2026, Bupati Banyuwangi bersama jajaran perangkat daerah telah melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi sungai yang mengalami pengeringan dan dipenuhi sampah.

Ketua FKUB Kabupaten Banyuwangi, Drs. H. Nur Chozin, S.H., M.H., menyampaikan bahwa gerakan tersebut berawal dari pertemuan lintas agama yang kemudian diwujudkan dalam aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi modal penting untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan sungai. Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kebiasaan bersama.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi mengajak seluruh peserta mempertahankan semangat kebersamaan dan gotong royong. Menurutnya, persoalan kebersihan lingkungan membutuhkan kepedulian berkelanjutan, termasuk perubahan perilaku masyarakat agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
Dukungan juga datang dari jajaran kepolisian. Kapolsek Muncar Kompol Suhartanto mengatakan, keterlibatan Polsek Muncar merupakan bagian dari komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Pembersihan sungai harus diikuti perubahan kebiasaan. Kalau hari ini kita bersihkan tetapi besok sampah kembali dibuang ke sungai, persoalannya tidak akan selesai. Karena itu kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga Sungai Kalimati dan membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan,” ujar Kompol Suhartanto.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas instansi, lintas agama, relawan, dan masyarakat menjadi bukti bahwa persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.
“Kebersihan lingkungan berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Harapannya, semangat yang dibangun hari ini terus berjalan sehingga kawasan Sungai Kalimati tetap bersih dan tidak kembali dipenuhi sampah,” lanjutnya.
Dalam pelaksanaannya, pembersihan dilakukan di sembilan titik, meliputi Jalan PLN di Dusun Krajan, Jalan Sumur Bor dan Jalan Ki Hajar Dewantara di Dusun Stoplas, kawasan Pasar Kalimati, Kuburan Kalimati, jalur timur masjid, kawasan Ferly di Dusun Sampangan, serta sejumlah titik di Dusun Muncar hingga Jalan AL.
Aksi tersebut menjadi langkah awal untuk mendorong pemulihan kondisi Sungai Kalimati melalui keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Lebih dari sekadar membersihkan tumpukan sampah, kegiatan ini membawa pesan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama tanpa sekat perbedaan.
Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan berlanjut dalam kehidupan sehari-hari, sehingga Sungai Kalimati tidak kembali menjadi tempat penumpukan sampah, melainkan kawasan lingkungan yang bersih, sehat, dan terjaga.