Banyuwangi, Kupasinfo.com - Hari pertama gelaran Banyuwangi BMX Supercross 2025 di Sirkuit Muncar berjalan sukses dan kondusif. Ribuan penonton memadati area sirkuit untuk menyaksikan ketegangan balapan kelas dunia yang menjadi bagian dari kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI). Cuaca cerah turut mendukung jalannya balapan, membuat atmosfer kompetisi semakin semarak sejak pagi hingga sore.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, hadir langsung meninjau jalannya perlombaan. Ia terlihat menyapa para atlet, berbincang dengan panitia, serta memantau sejumlah titik lintasan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman.
“Alhamdulillah, hari pertama berjalan lancar. Tidak ada accident yang fatal dan semuanya mulus. Terima kasih kepada semua yang mendukung, termasuk teman-teman media,” ujar Ipuk.
Baca Juga :Menurut Ipuk, keberadaan media memiliki peran strategis dalam menyebarkan informasi positif mengenai perkembangan sport tourism Banyuwangi ke tingkat nasional hingga internasional. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers yang terus hadir mengabarkan kemajuan Banyuwangi, terutama dalam penyelenggaraan event olahraga berstandar global.
Dalam kesempatan itu, Ipuk juga mengenang perjalanan panjang Banyuwangi dalam membangun sarana olahraga ekstrem tersebut. Pembangunan sirkuit BMX mulai dirintis sejak tahun 2016, dan kini lintasan tersebut telah berkembang menjadi arena berstandar olimpiade, bahkan digadang-gadang sebagai salah satu yang terpanjang di dunia.
“Ini semakin meyakinkan bahwa Banyuwangi layak menjadi tuan rumah event sepeda, khususnya BMX,” tegas Ipuk.
Terkait jumlah atlet asing yang pada tahun ini tidak sebanyak edisi sebelumnya, Ipuk menjelaskan bahwa hal tersebut lebih disebabkan oleh padatnya agenda kejuaraan BMX internasional di beberapa negara pada periode yang berdekatan. Walaupun demikian, ia tetap optimistis jumlah peserta akan meningkat pada tahun-tahun mendatang, terutama jika kalender kejuaraan Banyuwangi mendapat penjadwalan yang ideal dari UCI.
“Semoga kegiatan ini berlanjut di tahun depan, dan bisa menghadirkan lebih banyak pembalap internasional,” pungkasnya.
Gelaran hari pertama pun ditutup dengan antusiasme tinggi dari penonton, menjadi modal positif untuk jalannya kompetisi pada hari berikutnya. Event ini tidak hanya menghadirkan ajang balapan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi sport tourism terdepan di Indonesia.