Gus Makki Digadang Jadi Ketua PKB Banyuwangi, Garda Bangsa Pasang Badan

Gus Makki Digadang Jadi Ketua PKB Banyuwangi, Garda Bangsa Pasang Badan

$rows[judul]

BANYUWANGI, Kupasinfo.com - Sepekan menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Banyuwangi, satu figur yang kini mencuri perhatian adalah KH. Mohammad Ali Makki Zaini, atau yang akrab disapa Gus Makki.

Nama Gus Makki masuk dalam bursa calon sementara Ketua Tanfidz DPC PKB Banyuwangi dengan dukungan yang terus menguat dari berbagai elemen internal partai. 

Rekam jejaknya yang panjang dalam dunia organisasi, sosial, hingga politik menjadikannya sosok yang diperhitungkan dalam kontestasi kali ini.

Baca Juga :

Sebagai tokoh agama yang memiliki pengaruh kuat di tengah masyarakat Banyuwangi, Gus Makki dikenal luas tidak hanya karena kapasitas keilmuannya, tetapi juga karena peran strategisnya dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman. Sosoknya dinilai mampu menjadi jembatan bagi berbagai perbedaan yang ada di masyarakat.

Dukungan terhadap Gus Makki semakin solid menjelang Muscab yang dijadwalkan berlangsung di Santika Hotel pada Minggu, 5 April 2026. 

Garda Bangsa Banyuwangi secara terbuka dan terang-terangan menyatakan dukungannya. Ketua DKC Garda Bangsa Banyuwangi, M. Arif Wijaya, menilai Gus Makki sebagai figur yang lengkap untuk memimpin PKB Banyuwangi ke arah yang lebih maju.

“Gus Makki adalah sosok yang komplit untuk memajukan DPC PKB Banyuwangi. Beliau mampu menjembatani perbedaan serta menjaga harmoni di tengah masyarakat yang beragam. Itu yang membuatnya dihormati, bukan hanya oleh kalangan santri, tetapi juga masyarakat luas lintas latar belakang,” ujar Arif.

Menurutnya, pengalaman Gus Makki saat mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Banyuwangi pada Pilkada Banyuwangi 2024 lalu juga menunjukkan kualitas kepemimpinan yang berkarakter. Ia dikenal sebagai figur yang kerap turun langsung ke lapangan, menyapa masyarakat dari berbagai golongan tanpa sekat.

“Gaya kepemimpinan beliau yang turun langsung ke masyarakat, baik Muslim maupun non-Muslim, menunjukkan inklusivitas yang kuat. Ini menjadi nilai lebih yang sangat dibutuhkan PKB saat ini,” tambahnya.

Tak hanya itu, Arif juga menyoroti kiprah Gus Makki saat memimpin PCNU Banyuwangi. Ia menyebut Gus Makki bukan sekadar pemimpin organisasi, tetapi juga teladan dalam pengabdian kepada umat dan bangsa.

“Beliau sederhana namun tegas, serta cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman, cak cek dan sat set. Kepemimpinan seperti ini sangat relevan untuk menjawab tantangan sosial modern,” jelas Arif.

Secara keseluruhan, sosok Gus Makki dipandang sebagai ulama yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu, tetapi juga kepedulian sosial yang tinggi. Kontribusinya dinilai nyata dalam kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat Banyuwangi.

Dengan dukungan yang terus mengalir dari akar rumput hingga badan otonom partai, peluang Gus Makki untuk memimpin DPC PKB Banyuwangi semakin terbuka lebar.

“Kami mendukung dan mengusulkan Gus Makki sebagai Ketua DPC PKB Banyuwangi dalam Muscab mendatang. Kami yakin, jika PKB Banyuwangi dipimpin Gus Makki, maka PKB Banyuwangi akan mengulang masa kejayaannya seperti tahun 1999 silam,” pungkas M. Arif Wijaya.