DPRD Jatim dan Satpol PP Gelar Pelatihan Satlinmas: Perkuat Trantibumlinmas di Banyuwangi

$rows[judul]
Keterangan Gambar : Momentum peningkatan kapasitas Satlinmas, ditandai dengan penyerahan perlengkapan secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap tugas kemasyarakatan FOTO :ALI

BANYUWANGI, Kupasinfo.com - Ratusan anggota Satlinmas dari berbagai desa di Banyuwangi tampak bersemangat mengikuti pelatihan peningkatan SDM Satlinmas yang digelar Komisi A DPRD Jawa Timur bersama Satpol PP Jatim, Kamis (4/12/2025). Pelatihan ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat tidak hanya bergantung pada aparat formal, tetapi juga relawan desa yang terbukti menjadi baris awal penyelamat dalam setiap keadaan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Satpol PP Banyuwangi, Wawan Yadmadi. Di hadapan peserta, ia menyampaikan ilmu tentang pengalaman Satlinmas saat pandemi COVID-19. Menurutnya, saat itu banyak anggota Satlinmas yang secara sukarela membantu pendistribusian bansos, pengamanan pusat vaksinasi, hingga edukasi kesehatan bagi warga.

“Kita semua melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Satlinmas benar-benar ada di barisan depan ketika masyarakat panik dan butuh pertolongan. Dari situ kita yakin, mereka adalah aset sosial yang harus terus diperkuat,” ujar Wawan.

Baca Juga :


Berdasarkan data Satpol PP, Banyuwangi memiliki hampir enam ribu personel Satlinmas aktif. Banyak di antaranya adalah perangkat desa, tokoh pemuda, dan warga biasa yang rela terlibat demi keamanan lingkungannya. Pelatihan yang diberikan selama kegiatan meliputi pengenalan risiko bencana, teknik pemadaman api skala rumah tangga, hingga pemetaan potensi kerawanan desa.

Ketua Komisi A DPRD Jatim, Ma’mulah Harun, hadir memberikan dorongan moral bagi peserta. Ia mengatakan bahwa Satlinmas adalah “pahlawan desa” yang sering tak terlihat namun selalu hadir saat kejadian terjadi.

“Banyak orang tidak tahu, justru Satlinmas yang pertama kali datang ketika ada kebakaran kecil di rumah warga atau saat ada kecelakaan di malam hari. Mereka yang mengatur lalu lintas, menenangkan korban, dan memanggil pertolongan,” katanya.

Ma’mulah menambahkan bahwa pelatihan ini juga memberikan materi soft skill tentang komunikasi dan sikap pelayanan agar setiap anggota Satlinmas mampu tampil profesional meski berasal dari masyarakat umum.

Ia berharap pembinaan berkelanjutan bagi Satlinmas dapat terus berkembang, sehingga keamanan dan ketertiban di tingkat desa menjadi lebih tangguh dan humanis.