BANYUWANGI, Kupasinfo.Com - Suasana peringatan Hari Bhakti Pekerjaan Umum (PU) ke-80 di Banyuwangi mendadak berubah penuh keprihatinan ketika Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo, mengajak seluruh peserta merenungkan situasi alam yang kian tidak menentu.
Di tengah acara yang semula berlangsung khidmat, Guntur menyampaikan bahwa berbagai bencana yang muncul di Indonesia dan negara-negara Asia bukanlah kejadian yang berdiri sendiri. Menurutnya, terbentuknya siklon di sejumlah kawasan menjadi salah satu tanda bahwa kondisi alam sedang berada dalam fase yang sangat sensitif.
“Alam memberi peringatan. Dan kita harus membaca tanda-tanda itu,” ujar Guntur, Rabu (3/12/2025).
Baca Juga :Ia menyebut kerusakan lingkungan dan aktivitas manusia sering kali mempercepat proses terjadinya bencana. Karena itu, Guntur mengingatkan agar setiap elemen masyarakat tidak lagi memandang isu lingkungan sebagai hal sepele.
“Bencana seperti banjir, longsor, hingga cuaca ekstrem bisa datang tanpa aba-aba. Kita tidak boleh abai,” tegasnya.
Guntur menekankan bahwa insan Pekerjaan Umum memiliki tanggung jawab besar dalam upaya pencegahan. Mulai dari pengecekan kondisi lapangan, pengawasan infrastruktur, sampai menjaga kualitas lingkungan hidup.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan hutan, pelestarian sumber air, pengelolaan zona penyangga, dan disiplin dalam pemberian izin pemanfaatan lahan. Semua itu, kata Guntur, adalah bentuk kontribusi yang nyata dalam menghadapi ancaman bencana yang semakin kompleks.
“Momentum ini harus menggerakkan kita untuk bertindak, bukan sekadar memperingati,” pungkasnya.