Asosiasi KDKMP Banyuwangi Resmi Terbentuk, Jadi Motor Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Banyuwangi, Kupasinfo.com - Semangat membangun ekonomi berbasis koperasi terus diperkuat di Kabupaten Banyuwangi. Hal itu ditandai dengan pengukuhan jajaran pengurus Asosiasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Banyuwangi, Rabu (22/7/2026).
Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Koperasi Nasional 2026 dan dihadiri Ketua Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Muhammad Qodari. Hadir pula seluruh kepala desa, lurah, serta pengurus KDKMP dari berbagai wilayah di Banyuwangi.
Usai prosesi pengukuhan, suasana semakin khidmat dengan penyerahan bendera Asosiasi KDKMP kepada Ketua KDKMP Banyuwangi, Imam Maskun. Bendera tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Bidang Pemberdayaan KDKMP Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Timur, Satrio Oetomo Sapto Amien, S.E., M.M. Selanjutnya, Imam Maskun mengibarkan bendera KDKMP di hadapan seluruh peserta yang memadati Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi sebagai simbol resmi dimulainya kiprah organisasi dalam memperkuat gerakan koperasi di Banyuwangi.
Baca Juga :
Dalam arahannya, Muhammad Qodari menegaskan bahwa terbentuknya asosiasi merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola koperasi. Menurutnya, keberadaan organisasi tersebut akan memudahkan koordinasi sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman dan inovasi antarpengurus.
Ia berharap model yang diterapkan di Banyuwangi dapat menjadi contoh bagi daerah lain sehingga ke depan setiap kabupaten dan kota di Indonesia memiliki asosiasi serupa yang terhubung dalam jaringan nasional.
Pada kesempatan yang sama, Qodari juga meluncurkan siaran perdana Radio Merah Putih, media komunikasi yang digagas Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Tukangkayu. Inovasi tersebut menjadi radio koperasi pertama di Indonesia yang secara khusus menyediakan informasi seputar aktivitas koperasi dan kebutuhan masyarakat.
Radio itu akan menyampaikan perkembangan stok barang, harga sembako, hingga berbagai informasi mengenai produk bersubsidi dan program koperasi. Seluruh informasi tersebut juga diintegrasikan dengan layanan digital Smart Kampung milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi agar mudah diakses masyarakat.
Ketua KKMP Tukangkayu, Imam Maskun, mengatakan keberadaan radio diharapkan mampu meningkatkan keterbukaan informasi sekaligus mendekatkan layanan koperasi kepada masyarakat.
"Melalui radio ini masyarakat bisa mengetahui informasi harga setiap hari, promo barang, hingga berbagai layanan koperasi. Kami juga ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa koperasi memiliki manfaat besar bagi perekonomian warga," ujarnya.
Di hadapan peserta, Qodari turut memaparkan perkembangan pembentukan KDKMP secara nasional. Saat ini jumlah koperasi yang telah terbentuk mencapai sekitar 35 ribu unit dan ditargetkan meningkat menjadi 80 ribu unit pada tahun depan.
Menurutnya, kehadiran KDKMP akan memperpendek jalur distribusi barang sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Ia juga menerima berbagai masukan dari peserta mengenai distribusi barang subsidi dan persoalan logistik. Aspirasi tersebut, kata Qodari, akan dibawa ke pemerintah pusat sebagai bahan penyempurnaan kebijakan agar pelaksanaan program semakin efektif.
"Antusiasme masyarakat Banyuwangi sangat tinggi. Ini menunjukkan semangat membangun koperasi semakin kuat dan menjadi modal penting untuk mempercepat pengembangan KDKMP di seluruh Indonesia," pungkasnya.