Kisah Di Sudut Di Pojok Blambangan Diantara Meriahnya BEC 2026

Tawa Bahagia Iringi Pedagang Tutup Lapaknya

$rows[judul]
Keterangan Gambar : Berkah BEC 2026 Bagi Para Pedagang Blambangan

BANYUWANGI — Menjelang pukul tiga sore, satu per satu pedagang mulai menurunkan tirai lapaknya di kawasan Taman Blambangan. Bukan karena hujan turun atau pengunjung mulai sepi. Hari itu justru ribuan orang masih memadati lokasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Mereka menutup lapak lebih awal karena hampir seluruh dagangannya telah habis terjual.

Pemandangan seperti itu mungkin terdengar biasa. Namun bagi para pedagang kecil, sore itu menjadi jawaban atas kecemasan yang sempat mereka rasakan beberapa hari sebelumnya. Mereka pernah khawatir tidak mendapat kesempatan berjualan saat festival berlangsung. Kini, kekhawatiran itu berganti dengan rasa syukur.

Sejak pagi, aroma makanan, minuman, dan jajanan tradisional memenuhi kawasan Taman Blambangan. Pengunjung yang terus berdatangan membuat lapak-lapak UMKM tak pernah benar-benar sepi. Senyum para pedagang perlahan mengembang seiring dagangan yang terus berkurang.

Baca Juga :

Saat di temui di lapangan Blambangan, Sabtu (18 Juli 2026 ), Ketua Paguyuban Pedagang Blambangan yang tergabung dalam Blambangan Heritage Street Community (BHSC), Agus Irawan, mengatakan para pedagang awalnya menargetkan berjualan hingga malam hari.

"Rencananya kami buka sampai malam. Namun sekitar pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, banyak pedagang yang dagangannya sudah habis," ujar pria yang akrab disapa Wan Ho.

Kabar menggembirakan juga datang dari para pedagang lainnya. Sekretaris BHSC, Yudi Olong, mengatakan salah satu pedagang kopi berhasil meraih omzet lebih dari Rp2 juta. Sekitar pukul 14.30 WIB, sebanyak 200 gelas kopi yang dijual telah habis.

"Alhamdulillah banyak pedagang yang bahagia karena turut mendapatkan berkah dari gelaran BEC 2026," kata Yudi.

Menurut Wan Ho, kesempatan untuk kembali berjualan membuat para pelaku UMKM benar-benar merasakan dampak ekonomi dari festival tahunan tersebut. Atas nama para pedagang Blambangan, ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Banyuwangi beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang telah memberikan ruang bagi rakyat kecil untuk tetap mencari nafkah.

"Kami selaku rakyat kecil akhirnya turut merasakan manfaat dari Festival BEC 2026. Semoga ke depan, apa pun festival yang diselenggarakan Pemkab Banyuwangi selalu memberi ruang kepada UMKM kecil. Manfaat ekonomi harus bisa dirasakan lebih merata, tidak hanya oleh kelompok-kelompok tertentu," harapnya.

Di tengah gemerlap kostum dan riuh tepuk tangan penonton, ada cerita lain yang tak kalah penting. Cerita tentang para pedagang yang pulang lebih awal bukan karena menyerah, tetapi karena dagangan mereka telah habis. Mereka pulang membawa hasil usaha, rasa syukur, dan keyakinan bahwa festival akan memiliki makna yang lebih besar ketika mampu menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang menggantungkan hidup di sekitarnya.