Bagi wisatawan yang berkunjung ke Ubud, Air Terjun Tegenungan termasuk list destinasi wajib. Keindahan eksotis air terjun ini sukses menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain suasana asri yang menenangkan, air terjun ini juga menawarkan pesona budaya lokal yang menarik. Mari simak informasi selengkapnya mengenai destinasi populer ini.
Air Terjun Tegenungan memiliki nama lain Air Terjun Blangsinga dan Air Terjun Kemenuh. Destinasi wisata ini dulunya juga dikenal sebagai Air Terjun Srongsongan. Menilik dari sejarah Air Terjun Tegenungan, nama tersebut berasal dari nama desa yang menjadi lokasi air terjun, yakni Desa Tegenungan.
Baca Juga :Tegenungan sendiri berasal dari kata “nenung” yang berarti “meditasi” atau “merenungkan”. Nama ini mencerminkan atmosfer lingkungan sekitar yang tenang dan asri.
Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 15 meter dan merupakan bagian dari Sungai Tukad Petanu. Debit airnya cukup deras hingga menghasilkan suara gemuruh. Meskipun begitu, airnya jernih dan segar.
Lingkungan di sekitarnya juga menawarkan suasana yang sejuk karena dikelilingi hutan tropis penuh pepohonan.
Bagi masyarakat lokal, air terjun ini memegang peran penting dalam budaya dan kepercayaan. Masyarakat percaya bahwa Air Terjun Tegenungan merupakan tempat sakral dan sering digunakan sebagai tempat ritual penyucian.
Ada banyak aktivitas menarik yang bisa pengunjung lakukan saat berwisata ke air terjun ini, antara lain:
Berenang di kolam alami yang terletak di bagian bawah air terjun menjadi salah satu aktivitas favorit pengunjung. Pasalnya, air di sini sangat jernih dan menyegarkan, sehingga sangat ideal untuk berenang atau berendam.
Bagi yang ingin mandi, sudah tersedia juga beberapa area pemandian dekat air terjun. Selain itu, ada fasilitas ruang ganti dan pengawas untuk menjaga keamanan.
Meskipun kolamnya tidak dalam, biasanya berendam dan berenang tidak dianjurkan saat musim hujan. Hal ini karena debit air bisa menjadi sangat besar dan arusnya pun jadi terlalu kuat.
Air terjun yang menjulang di sisi tebing tinggi dengan hutan di kanan kiri menawarkan view yang cantik untuk berfoto. Baik itu untuk keperluan pribadi maupun fotografi alam.
Banyak pengunjung yang datang untuk berburu foto di sekitar air terjun. Jika Anda ingin mengambil foto, maka sebaiknya berkunjung pada pagi atau sore hari saat pencahayaan masih lembut. Apalagi lokasi wisata juga cenderung lebih sepi.
Pengunjung juga bisa mengeksplor area sekitar air terjun. Anda bisa menemukan beberapa kuil kecil, ukiran batu, dan sejumlah jalur jalan kaki yang estetik.
Menariknya, jalur-jalur tersebut mengarah ke lokasi viewpoint dan spot tersembunyi yang menawarkan pemandangan cantik.
Terdapat beberapa cafe, restoran, dan tempat makan di sekitar Air Terjun Tegenungan yang biasa jadi tempat pengunjung bersantai dan mencicipi kuliner lokal.
Karena letaknya dekat, pengunjung bisa mengisi perut sambil menikmati pemandangan air terjun dan sekitarnya.
Tidak jauh dari air terjun, Anda bisa mengunjungi Desa Kemenuh untuk mengenal budaya dan tradisi lokal. Desa ini menawarkan berbagai kegiatan untuk pengunjung, perti kelas masak dan seni ukir kayu tradisional.
Air Terjun Tegenungan beralamat di Desa Kemenuh yang berada di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Tempatnya tidak terlalu jauh dari pusat kota Gianyar.
Jika berangkat dari pusat Ubud, maka perjalanan ke air terjun hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit. Sementara itu, jika berangkat dari Kuta, maka perjalanan bisa menghabiskan waktu lebih dari 1 jam.
Anda bisa mengakses lokasi air terjun menggunakan mobil atau motor. Perjalanan ke air terjun melalui desa-desa Bali dengan view persawahan terasering yang memukau.
Sesampainya di lokasi, pengunjung harus jalan kaki mengikuti jalur yang sudah ditandai. Termasuk menaiki anak tangga yang cukup panjang dengan total 168 buah anak tangga.
Berdasarkan beberapa ulasan Air Terjung Tegenungan, pada beberapa bagian anak tangga tergolong cukup curam. Namun, jalurnya sendiri tidak terlalu jauh sebab bisa ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit jalan kaki.
Penasaran Air Terjun Tegenungan bayar berapa?
Harga tiket masuk ke destinasi alam ini sangat ramah di kantong. Untuk orang dewasa, harga tiketnya sebesar Rp20.000 per orang. Sedangkan tiket masuk Air Terjun Tegenungan untuk anak-anak harganya Rp15.000.
Adapun jam bukanya adalah setiap hari mulai pukul 06.30 sampai 18.30 WITA. Supaya tidak terlalu panas, Anda bisa berkunjung sekitar jam 09.00 atau jam 15.00.
Wisata Air Terjun Tegenungan sudah dilengkapi dengan fasilitas parkir yang memadai. Jadi, pengunjung bisa meninggalkan kendaraan dengan aman setelah membayar biaya parkir sebesar Rp5.000.
Pengunjung dapat dikenai biaya tambahan apabila perlu menggunakan fasilitas lainnya, seperti menyewa loker dan menggunakan ruang ganti.
Beberapa tips berikut bisa diikuti untuk mewujudkan kunjungan ke air terjun yang lebih nyaman dan menyenangkan:
Mengingat lokasinya outdoor, berkunjung ke air terjun akan kurang nyaman selama musim hujan. Terlebih lagi, arus sungai biasanya akan menjadi lebih kuat sehingga tidak aman untuk bermain air.
Maka dari itu, waktu terbaik untuk berkunjung adalah musim kemarau, bulan April sampai September.
Anda juga sebaiknya memperhatikan jam berkunjung meskipun sudah tahu Tegenungan Waterfall buka jam berapa.
Untuk menghindari terik saat cuaca panas, lebih disarankan untuk berkunjung pada pagi sekitar jam 07.00 WITA atau sore hari sekitar ham 16.30 WITA.
Karena lokasinya cukup jauh dan harus ditempuh dengan jalan kaki, pengunjung perlu memastikan mengenakan alas kaki yang nyaman. Gunakan alas kaki yang anti selip dan aman untuk menjelajah area terjal.
Hal ini terutama penting karena harus menaiki ratusan anak tangga. Anda sebaiknya juga memastikan berkunjung dalam kondisi tubuh yang sehat dan fit.
Saat berwisata air, pastinya Anda perlu membawa pakaian ganti dan peralatan mandi. Di lokasi air terjun, barang bawaan bisa Anda titipkan dengan aman dengan menyewa loker.
Pakaian saat berkunjung juga perlu Anda perhatikan mengingat air terjun juga difungsikan sebagai tempat sakral.
Untuk menjaga kenyamanan bersama, pengunjung wajib menaati sejumlah peraturan. Salah satunya yaitu membuang sampah pada tempatnya agar berdampak buruk bagi lingkungan yang masih asri.
Pengunjung juga tidak boleh keluar dari jalur yang sudah ditandai. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelestarian area hutan. Selain itu, pastikan untuk bersikap sopan karena air terjun ini merupakan tempat sakral bagi masyarakat lokal.
Satu lagi tips penting sebelum berkunjung, yaitu merencanakan perjalanan. Biasanya, wisatawan bertandang ke destinasi ini menggunakan motor atau mobil sewa. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan fleksibilitas lebih.
Terlebih lagi, lokasi Air Terjun Tegenungan cukup dekat dengan beberapa destinasi lain, seperti Kemenuh Butterfly Park, Monkey Forest Ubud. Jadi, jika menggunakan mobil sewa, maka Anda bisa berkunjung ke beberapa destinasi dalam sehari.
Itulah serba serbi tentang Air Terjun Tegenungan yang perlu Anda ketahui. Bagi yang ingin berkunjung bersama teman atau keluarga, mobil sewa bisa jadi mode transportasi yang ideal.
Bali Bija Car Rental menyediakan berbagai pilihan mobil sewa mudah berkualitas prima. Mau lepas kunci atau pakai sopir, bisa dipilih suka-suka. Yuk, hubungi Bali Bija Car Rental untuk booking rental mobil Bali sekarang.