BANYUWANGI, Kupasinfo.com – Sebagai bagian dari upaya memantapkan arah pengembangan perguruan tinggi, Pascasarjana Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) melaksanakan benchmarking ke Universitas Alma Ata Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (27/11/2025) ini diikuti puluhan mahasiswa pascasarjana, dosen, dan jajaran pimpinan Pascasarjana UNIIB.
Benchmarking ini bertujuan menggali pengalaman dari perguruan tinggi yang dikenal memiliki percepatan pertumbuhan signifikan. Universitas Alma Ata, yang berdiri pada 2006, tercatat berhasil menambah berbagai fakultas dan program studi baru dalam waktu kurang dari sepuluh tahun. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi UNIIB, yang sedang berupaya melakukan lompatan pengembangan di tengah meningkatnya persaingan dunia pendidikan tinggi.
Setibanya di kampus Alma Ata, rombongan UNIIB disambut hangat oleh Wakil Rektor I Dr. Muh. Mustakim, Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antarlembaga untuk saling memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Baca Juga :“Selamat datang kepada seluruh rombongan UNIIB. Kami terbuka untuk segala bentuk kolaborasi dan berharap kunjungan ini membawa manfaat besar bagi kedua kampus. Mohon dukungan agar Program S2 Bahasa Arab kami segera mendapatkan pengesahan,” ujarnya.
Direktur Pascasarjana UNIIB, Dr. H. Khoilur Rahman, pada kesempatan tersebut menjelaskan alasan pihaknya memilih Alma Ata sebagai tujuan benchmarking. Menurutnya, perkembangan Alma Ata yang terbilang cepat dapat menjadi cermin bagi UNIIB untuk menyusun strategi percepatan lembaga.
“Jika melihat data, Alma Ata mampu membangun lima fakultas dan membuka 18 program studi sarjana serta dua program studi magister hanya dalam kurun sembilan tahun. Ini pencapaian yang luar biasa dan dapat menjadi bahan refleksi bagi kami yang berusia lebih dari tiga dekade,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa UNIIB perlu menata ulang peta pengembangan akademik, mulai dari tata kelola manajemen, pembaruan kurikulum, hingga strategi memperluas jaringan kerja sama. Benchmarking ini diharapkan membuka peluang kerja sama riset, pertukaran dosen, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan penandatanganan MoU sebagai bentuk konkret dari komitmen kolaborasi jangka panjang. UNIIB dan Universitas Alma Ata sepakat untuk memperkuat bidang akademik, penelitian, publikasi ilmiah, dan program pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, mahasiswa Pascasarjana UNIIB mengikuti sesi visiting lecture, yang menghadirkan pemateri dari Alma Ata untuk memberikan wawasan terkait manajemen program pascasarjana dan strategi meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa.
Tidak hanya itu, forum diskusi antar mahasiswa kedua kampus memberikan ruang dialog interaktif mengenai pengalaman akademik, kendala riset, serta strategi pengembangan program studi di masing-masing lembaga.
Dengan adanya benchmarking ini, UNIIB berharap dapat memperkuat rencana akselerasi pengembangan lembaga, sekaligus menyiapkan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan akademik dan perluasan jejaring nasional.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi UNIIB untuk menyelaraskan diri dengan tuntutan perubahan zaman dan meneguhkan komitmen menjadi institusi pendidikan tinggi Islam yang relevan, kompetitif, dan inovatif.(Ali)