Meriahkan Hari Santri, RMI NU dan PKB Banyuwangi Satukan Pesantren Lewat Mini Soccer

Meriahkan Hari Santri, RMI NU dan PKB Banyuwangi Satukan Pesantren Lewat Mini Soccer

$rows[judul]

Banyuwangi, Kupas info.com - Semangat mempererat persaudaraan antarpesantren mewarnai peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Banyuwangi. DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banyuwangi bersama Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Banyuwangi menggelar turnamen mini soccer bertajuk RMI Cup, Senin (19/10/2026).

Turnamen yang berlangsung di Lapangan Mini Soccer Joglo 99 tersebut diikuti delapan pondok pesantren se-Banyuwangi. Peserta mengikuti kegiatan berdasarkan undangan yang diberikan panitia.

Ketua DPC PKB Banyuwangi, Dr. Zaki Al Mubarok, menyampaikan bahwa RMI Cup digelar bukan sekadar untuk mencari pemenang dalam pertandingan olahraga. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah serta menjaga tali silaturahmi antara pondok pesantren dengan PKB Banyuwangi.

Baca Juga :

"Turnamen PKB-RMI Cup Mini Soccer ini dalam rangka Hari Santri Nasional 2026. Tujuannya adalah ukhuwah pondok pesantren di Banyuwangi, sekaligus menjaga silaturahmi antar pondok pesantren dan DPC PKB Banyuwangi," ujar Zaki.


Ia berharap seluruh peserta dapat menjadikan pertandingan sebagai ruang untuk membangun kebersamaan dengan tetap mengedepankan nilai-nilai sportivitas.

"Harapannya tetap menjaga sportivitas dan fair play. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan dari tahun ke tahun," tambahnya.

Koordinator RMI NU Banyuwangi, Muhammad Shofiyullah, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional sekaligus menjadi sarana mempertemukan para santri dan pondok pesantren dalam suasana yang penuh kebersamaan.

Menurut Shofiyullah, RMI NU Banyuwangi berupaya mengakomodasi kegiatan yang dapat memperkuat ukhuwah antar ma'had dan pondok pesantren di wilayah Banyuwangi.

"Tujuan kegiatan ini dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional serta untuk menjalin ukhuwah antar ma'had di pondok pesantren se-Banyuwangi," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa semangat utama RMI Cup adalah silaturahmi. Karena itu, hasil pertandingan bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan kegiatan.

"Acara ini murni untuk menjalin silaturahim. Jika acara ini sukses, insya Allah tahun depan akan diadakan dengan skala yang lebih besar," kata Shofiyullah.

Dengan melibatkan delapan pondok pesantren pada penyelenggaraan tahun ini, RMI Cup diharapkan dapat menjadi embrio kegiatan yang lebih besar pada tahun-tahun berikutnya.

Shofiyullah juga berharap sinergi antara RMI NU dan PKB dapat terus terjaga, terutama dalam mendukung kegiatan-kegiatan positif di lingkungan pondok pesantren.

"Harapannya agar dapat selalu bersinergi, selalu mendukung kegiatan pondok pesantren, dan selalu menjadi benteng terdepan dari pondok pesantren," pungkasnya.

Melalui turnamen tersebut, peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Banyuwangi menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, membangun ukhuwah, sekaligus menanamkan semangat sportivitas di kalangan santri dan lingkungan pondok pesantren.