Menpar Dorong Kolaborasi Lintas Daerah Demi Pertahankan Status UNESCO Global Geopark Ijen

$rows[judul]
Keterangan Gambar : rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana di Pendopo Sabha Swagata, Banyuwangi

BANYUWANGI – Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah memperkuat sinergi menghadapi revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG) Ijen yang dijadwalkan berlangsung pada 3–7 Agustus 2026. Penguatan kolaborasi tersebut menjadi fokus rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana di Pendopo Sabha Swagata, Banyuwangi, Sabtu (25/7/2026).

Rapat koordinasi dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafii, General Manager Geopark Ijen Abdillah Baras, Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo Probo Resni Aji, Kepala RKW 14 Kawah Ijen Balai Besar KSDA Jawa Timur Rusdi Santoso, serta jajaran Kementerian Pariwisata.

Dalam pertemuan tersebut, Menpar menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan status UNESCO Global Geopark tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga :

"Agenda kita kali ini membahas persiapan Revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark yang akan berlangsung pada 3–7 Agustus 2026. Keberhasilan mempertahankan predikat ini menjadi tanggung jawab kita bersama," kata Widiyanti.

Menurut Menpar, target utama dalam revalidasi kali ini adalah mempertahankan Green Card. Untuk mencapainya, seluruh rekomendasi yang pernah diberikan asesor UNESCO harus ditindaklanjuti secara menyeluruh.

"Target kita semua tentunya mempertahankan Green Card. Untuk itu diperlukan koordinasi yang semakin kuat agar seluruh rekomendasi asesor dapat ditindaklanjuti, termasuk penguatan promosi warisan geologi, peningkatan aksesibilitas, kemitraan, serta pengelolaan kawasan blue fire yang tetap mengedepankan aspek keselamatan dan prinsip pariwisata berkelanjutan," ujarnya.

Geopark Ijen merupakan bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark sejak 2023. Kawasan tersebut juga dinobatkan sebagai geopark terbaik di Indonesia pada 2024. Revalidasi yang dilakukan setiap empat tahun menjadi evaluasi untuk menentukan kelayakan mempertahankan status Green Card atau memperoleh rekomendasi perbaikan dari UNESCO.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, proses revalidasi menjadi momentum memperkuat komitmen menjaga kawasan Geopark Ijen sebagai warisan alam sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat.

"Bagi kami, pengakuan tersebut bukanlah garis akhir, melainkan amanah untuk terus menjaga kelestarian alam, meningkatkan kualitas edukasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, dan mengembangkan ekonomi lokal secara berkelanjutan," kata Ipuk.

Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen Abdillah Baras menjelaskan, pihaknya terus menindaklanjuti lima rekomendasi UNESCO, mulai dari penguatan riset geologi, promosi warisan geologi, penambahan panel edukasi, hingga peningkatan penyelenggaraan kegiatan nasional dan internasional.

"Rekomendasi sudah kita jalankan dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat," ujar Abdillah.

Usai rapat koordinasi, Menpar meninjau Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI) sebagai pusat edukasi yang memperkenalkan kekayaan geologi, hayati, dan budaya kawasan Geopark Ijen kepada masyarakat dan wisatawan.