Maulid Nabi di Ponpes Zawiyah Panglereman Pasuruan Dihadiri Ribuan Jamaah, Tradisi Berebut Buah Jadi Daya Tarik
Kupasinfo.com, PASURUAN - Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW kembali berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Zawiyah Panglereman, Mancilan, Pasuruan, Selasa (18/8/2026). Kegiatan yang digelar bertepatan dengan 5 Rabiul Awal 1448 Hijriah tersebut menjadi salah satu agenda rutin tahunan yang mempertemukan para habaib, ulama, kiai, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai daerah.
Pondok Pesantren Zawiyah Panglereman yang diasuh Habib Ahmad Habibi Assegaf itu menggelar rangkaian kegiatan dengan pembacaan sholawat dan maulid, di antaranya Maulid Simtudduror. Ribuan jamaah tampak memadati lokasi untuk mengikuti kegiatan sekaligus bershalawat bersama.
Para jamaah datang dari sejumlah wilayah, tidak hanya dari Pasuruan, tetapi juga dari Banyuwangi, Jember, Surabaya, Sidoarjo dan daerah lainnya. Kehadiran para habaib, kiai, tokoh masyarakat, serta tokoh agama semakin menambah suasana kekhidmatan acara.
Baca Juga :Lantunan shalawat dan pembacaan maulid terdengar sepanjang kegiatan. Jamaah tampak mengikuti rangkaian acara dengan khusyuk dan penuh perhatian sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Selain rangkaian pembacaan shalawat dan maulid, terdapat pemandangan unik yang menjadi perhatian para jamaah. Di tengah area kegiatan, berbagai jenis buah-buahan ditata sedemikian rupa hingga menyerupai gunungan.

Buah-buahan tersebut terdiri dari nanas, apel, jeruk, anggur, buah naga, pisang dan berbagai jenis buah lainnya. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, buah-buahan tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat dengan cara diperebutkan oleh para pengunjung.
Tradisi tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian dalam pelaksanaan kegiatan tahunan di Ponpes Zawiyah Panglereman. Selain menjadi simbol kebersamaan, pembagian buah juga membuat suasana setelah acara berlangsung semakin meriah.
Salah satu jamaah yang rutin hadir dalam kegiatan tersebut adalah Ahmad Said Al Halimi, yang akrab disapa Gus Aad. Ia merupakan putra KH Syaifulrijal, tokoh ulama sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Ashri Jember.
Gus Aad mengaku selalu berusaha hadir dalam kegiatan tersebut setiap tahun. Menurutnya, acara yang digelar Habib Ahmad Habibi Assegaf memiliki daya tarik tersendiri karena mampu mempertemukan dan merangkul para kiai serta tokoh agama, khususnya dari kalangan habaib.
Ia menilai kegiatan tersebut bukan hanya menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar kiai, habaib, tokoh agama, dan masyarakat dari berbagai daerah.
“Setiap tahun saya bisa hadir. Kegiatan seperti ini sangat baik karena bisa mempertemukan banyak kiai, habaib dan masyarakat dalam suasana penuh hikmat dengan shalawat,” ujar Gus Aad.
Momen ini mengingat kembali sejarah kelahiran dan perjuangan Nabi. Tanpa memandang latar belakang dan status sosial, semua menjadi satu mengharap syafaat nabi.ujar gus aad
Menurutnya, kemampuan Habib Ahmad Habibi Assegaf dalam mengumpulkan berbagai unsur ulama dan masyarakat menjadi salah satu hal yang membuat kegiatan tersebut terus mendapat perhatian dan dihadiri jamaah dari berbagai daerah.
Peringatan Maulid Nabi di Ponpes Zawiyah Panglereman pun berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan. Bagi para jamaah, berkumpul dalam majelis shalawat menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat tali persaudaraan.
Kegiatan tahunan tersebut diharapkan terus menjadi ruang silaturahmi dan dakwah yang mampu mempertemukan masyarakat dengan para ulama serta habaib dalam suasana yang penuh keberkahan.